Wisata di Gunung Bromo - 8 Aktivitas Menarik yang Wajib Dilakukan

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia paling dituju oleh banyak orang. Apabila Gunung Semeru merupakan surga para pendaki, wisata di Gunung Bromo menawarkan keindahan alam yang pasti diminati.

Sementara itu, Suku Tengger yang eksotik sejarah dan budayanya selalu mampu membuat siapapun tertarik. Jadilah satu di antara wisatawan yang beruntung berada di kawasan Gunung Bromo. Meski barang sejenak menikmati, niscaya suatu hari ada rindu mengantar Anda datang kembali.

Wisata di Gunung Bromo
credit: unsplash.com/@iswanto

Begitulah adanya, kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur dengan segala yang menjadi bagiannya memiliki banyak hal yang mampu membuat para wisatawan berbahagia. Komposisi alam dan budaya di sana yang tersaji benar-benar memicu decak kagum masyarakat dunia.

Wisata di Bromo selalu tersedia sepanjang tahun. Agar bisa mendekati ekspektasi liburan Anda, di bawah ini adalah daftar aktivitas wisata di Gunung Bromo yang menarik untuk Anda lakukan. Kegiatan ini juga termasuk berdasarkan spot dan waktu yang tepat untuk menikmatinya.

Bromo Sunrise - Berburu Spot Matahari Terbit di Gunung Bromo

Aktivitas Bromo Sunrise Tour
credit: unsplash.com/@seb

Spot wisata di Gunung Bromo yang paling digandrungi adalah tempat tertinggi. Kawasan Bromo yang bentuknya bertautan antara lembah, ngarai dan kaldera, menjadikannya memiliki banyak lokasi untuk melihat pemandangan alam secara lebih sempurna.

Bromo Sunrise merupakan momen ketika gunung setinggi 2.329 mdpl ini benar-benar menunjukkan kecantikan panoramanya. Saking banyaknya wisatawan yang mengincar fenomena ini, Bromo Sunrise Tour sejauh ini menjadi paket wisata terfavorit.

Terdapat beberapa tempat wisata di Bromo yang menjadi lokasi terbaik melihat moleknya matahari terbit atau sunrise. Selain Puncak Penanjakan I yang terlanjur primadona, ada Puncak Penanjakan II yang pasti menawarkan sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, ada juga Bukit Mentigen yang juga masih termasuk wilayah Probolinggo. Jika ingin mencoba titik lain di Pasuruan, bisa ke Pos Dingklik dan Bukit Cinta. Pastikan saja berada di titik-titik tersebut sekitar 5 pagi di musim kemarau (April-Oktober).

Kagumi Sejarah Tengger di Pura Luhur Poten dan Kawah Bromo

Pura Luhur Poten dan Kawah Bromo
credit: unsplash.com/@hebertkostan

Salah satu pesona wisata Bromo adalah keberadaan Suku Tengger. Satu dari sekian suku eksotik di Indonesia yang berbudi luhur di setiap aspek kehidupan mereka. Jika sobat benar-benar tertarik mengenai hal ini, jangan lupa pergi ke Pura Luhur Poten yang berada di area lautan pasir Bromo.

Di lautan pasirnya, Anda juga bisa mencoba sensasi berkuda, sebelum melanjutkan menaiki tangga ke Kawah Bromo yang fenomenal. Kawah Gunung Bromo adalah pusat perhatian yang menyimpan sebuah legenda tentang pengorbanan Jaya Kusuma, putra tercinta Roro Anteng dan Joko Seger.

Banyak sumber yang mengatakan bahwa istilah Tengger merupakan gabungan dari nama belakang nenek moyang masyarakat Suku Tengger, yakni Roro An-TENG dan Joko Se-GER. Roro Anteng adalah seorang putri raja Majapahit, sedangkan Joko Seger merupakan seorang putra Brahmana.

Wisata di Gunung Bromo saat Upacara Yadnya Kasada digelar

Aktivitas Wisata Bromo di Perayaan Kasodo
credit: Muhammad ikbar nkc, CC BY-SA 4.0

Bagi masyarakat Tengger, Gunung Bromo adalah gunung suci sebagai tempat mereka melaksanakan upacara hari raya, Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara sesembahan ini jatuh pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama, sekitar tanggal 14 atau 15 bulan Kasodo (bulan kesepuluh penanggalan Jawa).

Ritual Kasada terpusat di Pura Luhur Poten dan puncak Bromo (Kawah Bromo). Tahukah Anda? Upacara Yadnya Kasada termasuk dalam 100 agenda nasional unggulan Kementrian Pariwisata. Selain menjadi upacara paling spesial bagi Suku Tengger, Kasodo merupakan daya tarik Bromo yang mendunia.

Setiap pagelaran upacara Kasodo terselenggara, banyak wisatawan yang turut memeriahkannya. Tidak hanya wisatawan nusantara (wisnus), tidak sedikit wisatawan mancanegara (wisman) yang juga ikut memeriahnya. Untuk tahun 2021, perayaan Kasodo di Gunung Bromo telah berlangsung akhir Juni yang lalu.

Menjelajah, Menikmati Alam dan Berburu Spot Foto Terindah

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
credit: unsplash.com/@aaskaria

Kawasan wisata Bromo juga mencakup padang savana yang luas dengan dominasi hijau. Jika dari arah Kawah Bromo, melalui Pasir Berbisik ke arah Malang temukanlah padang rumput yang memanjakan mata. Di sisi kirinya, terbatasi tebing curam yang eksotis dan elegan yang juga berbalut hijau tetumbuhan.

Sementara di sisi kanannya berupa perbukitan, salah satunya adalah Bukit Teletubbies yang namanya populer sebagai spot wisata Bromo terfavorit untuk berselfie ria. Waktu terbaik berkunjung ke padang savana maupun ke Bukit Teletubbies adalah di musim penghujan, ketika hijau alam benar-benar sempurna.

Wisata di Gunung Bromo, Pastikan Berburu Bromo Milky Way

Bromo Milky Way
credit: unsplash.com/@sandalkuilang

Bima Sakti (Milky Way) adalah fenomena langit yang sangat menakjubkan. Galaksi spiral yang besar dan indah ini menghiasi langit bersama taburan cahaya yang memanjakan mata. Milky Way menjadi sajian alam paling di tunggu-tunggu wisatawan Bromo.

Semua orang memastikan diri berada di tempat paling tepat, di saat langit masih gelap, hingga matahari pagi perlahan terlihat. Sayang sekali, fenomena ini tidaklah terjadi setiap hari. Saat terbaik adalah datang di musim kemarau (sekitar April-September).

Biasanya, untuk mendapatkan milky way terbaik di Bromo, wisatawan banyak yang menuju lokasi yang tinggi. Lokasi terbaik sama halnya ketika mereka menikmati Bromo Sunrise di Penanjakan I & II, Bukit Mentigen atau di Bukit Cinta.

Meskipun begitu, banyak juga yang berkerumun di lautan pasir. Mengenai hal ini, selalu bergantung pada selera astrophotography masing-masing, sementara milky way adalah fenomena yang sayang jika tidak Anda abadikan.

Menikmati Musik, Memanjakan Rasa dalam acara Jazz Gunung

Jazz Gunung Bromo
credit: Jazzuality dot com, CC BY-NC-ND 2.0

Menikmati pemandangan kaldera Tengger memang menyenangkan. Masih belum cukup? pantau terus jadwal pagelaran musik bertaraf internasional, Jazz Gunung. Event musik yang digagas oleh Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto ini menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik.

Sejak pertama kali tampil tahun 2009, pagelaran musik ini telah menjadi salah satu pionir berkembangnya festival musik di alam terbuka di Indonesia. Dengan beratap langit, berlatar alam, para musisi baik nasional dan internasional beraksi memadukan indahnya musik jazz dengan alam. Selengkapnya...

Wisata ke Desa-Desa di Kawasan Bromo dan Menyejukkan Mata

Daya Tarik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
credit: unsplash.com/@drane22

Wisata di Gunung Bromo usahakanlah berdurasi panjang, agar sobat bisa secara maksimal menikmati setiap sudut kemolekan alam yang tersaji. Jelajahi juga desa-desa dan mencoba lebih dekat berinteraksi dengan masyarakat Tengger untuk kemudian meresapi kearifan budaya mereka.

Tentu, alam tetap memanjakan dengan komposisi perkebunan berlatarbelakang bukit-bukit di kejauhan. Kunjungi Desa Ngadas yang masih termasuk wilayah Poncokusumo, Malang. Atau, Desa Ngadisari di wilayah Probolinggo, yang terus berkembang menjadi desa wisata yang menakjubkan.

Di wilayah Probolinggo, jangan lupa juga menjelajah dan mengagumi Desa Cemoro Lawang yang eksotik pemandangannya. Menempati ketinggian 2.200 mdpl, desa ini benar-benar asri sehingga memicu rasa nyaman, sementara sejauh mata memandang Anda tetap termanjakan.

Melebar hingga Tiba di Negeri Atas Awan, Mendaki Puncak B29

Mendaki Puncak B29 di Kawasan Bromo
credit: unsplash.com/@osairisali

Sobat seorang petualang? Jika durasi liburan kali ini berlebih, sempatkanlah waktu untuk melebar dan mendaki Puncak B29 yang terkenal karena keindahannya. Selamat datang di Negeri Atas Awan, salah satu spot terbaik untuk menikmati lanskap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Puncak dengan ketinggian mencapai 2.900 mdpl ini berada di perbatasan wilayah Lumajang dan Probolinggo. Anda bisa mencapainya dengan mengunjungi Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Dari desa tersebut, ada jasa ojek untuk mempermudah sampai di puncaknya.

Anda bisa camping di puncak agar bisa menyaksikan sunrise. Selanjutnya bisa menyaksikan awan tumpah pada pukul 06.05 dan menikmati keindahan pemandangan Gunung Bromo. Pastikan juga mengunjungi Tri Padma Mandala, kemudian lanjut hingga tiba di Masjid Tertinggi di Pulau Jawa.

Pukul 10.15 pastikan telah tiba di kemolekan Bukit Danyangan dan kembali takjub pada panorama di Pura Padma Tunggal. Sekitar jam 11.00, wajib tiba di Kampung Nirwana, sebuah tempat menikmati awan menyelimuti bumi. Bertahanlah hingga hari mulai senja, sunset di sini benar-benar mempesona.

0 Comments

Posting Komentar