Air Terjun Nglirip Tuban - Fasilitas Wisata, Harga Tiket Masuk, Rute

Air Terjun Nglirip Tuban. Wisata alam tetaplah mendominasi sebagai tujuan wisata paling digandrungi. Dan, wisata air terjun adalah salah satu yang pasti mampu memicu decak kagum siapa saja. Jawa Timur kaya akan hal itu sehingga ideal jadi destinasi liburan Anda kali ini.

Daya Tarik alam Jawa Timur juga termasuk sederetan air terjun yang keindahannya mendunia. Ada Air Terjun Madakaripura yang merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa atau tertinggi kedua di Indonesia. Ada juga Coban Tumpak Sewu, satu yang paling cantik di Indonesia.

Air Terjun Nglirip Tuban
credit: Na iLa, CC BY-NC 2.0

Selain keduanya, masih banyak air terjun lain yang tak kalah mempesona. Apabila kedua wisata air terjun di atas berada di sekitar Gunung Bromo, artikel ini akan mengajak sobat traveler berpetualang maya ke Air Terjun Nglirip di Tuban, wilayah pantai utara Jawa Timur.

Meski tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 30an meter, Nglirip merupakan air terjun yang menawan melalui kombinasi apik rimbunnya kehijauan, tebing elegan nan megah, serta kolam air berwarna hijau tosca. Eksotika alamnya sedemikian hingga memicu rasa gembira.

Kegembiraan bersama alam adalah satu ketergantungan yang wajib dimaklumi dan Anda pun menyukainya. Oleh karena itu segeralah ke Tuban, tepatnya ke Dusun Jojogan, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan. Untuk bekal informasi, lanjutkan dulu membaca artikel ini.

Legenda dan Mitos Air Terjun Nglirip

Sebagaimana kebanyakan objek wisata alam di Indonesia, Coban Nglirip di Tuban juga menyimpan sejarah seputar kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masa lalu. Ada mitos yang berkembang turun temurun tentang seorang gadis desa yang bertapa di air terjun ini.

Konon, gadis desa tersebut merupakan kekasih dari Joko Lelono, putra seorang adipati Tuban (sebelum zaman Majapahit). Sayangnya, hubungan kedua sejoli itu ditentang keras oleh orang tua Joko Lelono lantaran gadis tersebut hanya seorang gadis desa yang miskin.

Oleh karena cinta yang sedemikian hebat, Joko Lelono pun kekeh mencintai kekasih hatinya dan memilih meninggalkan rumah tanpa pamit. Singkat cerita, pada akhirnya Joko Lelono terbunuh oleh sekelompok orang yang sebenarnya merupakan prajurit suruhan ayahnya.

Mengetahui kenyataan bahwa kekasihnya telah tiada, sang gadis desa akhirnya memilih pergi bertapa di sebuah gua di sekitar Air Terjun Nglirip ini. Hingga saat ini, masyarakat sekitar percaya bahwa putri Nglirip tersebut sesekali menampakkan diri sedang mengambil air.

Berawal dari kisah cinta yang tragis, akhirnya berkembanglah mitos larangan berpacaran di sekitar air terjun ini karena putri Nglirp akan merasa terganggu. Jika terdapat pasangan kekasih (belum menikah) nekat ke sini, diyakini akan putus hubungannya kurang dari 40 hari.

Fasilitas Wisata di Air Terjun Nglirip Tuban
credit: instagram.com/fitrafputra

Fasilitas Wisata dan Harga Tiket Masuk

Air terjun yang airnya berasal dari beberapa sumber air di Hutan Krawak ini memiliki fasilitas cukup memadai. Untuk urusan konsumsi, ada beberapa warung makanan dan minuman di sekitarnya. Terdapat lahan parkir yang cukup luas dan memiliki beberapa spot untuk selfie.

Keterangan Harga
Tiket Masuk IDR 5K
Parkir Motor IDR 2K
Parkir Mobil IDR 5K
Note: harga tidak selalu akurat, bisa berubah sewaktu-waktu.

Rute Lokasi Air Terjun Nglirip Tuban

Lokasi air terjun ini berjarak cukup jauh dari pusat Kota Tuban, sekitar 33 kilometer. Dari Tuban, berkendaralah ke barat daya mengikuti jalur panturan Tuban - Semarang. Ikuti terus petunjuk jalan ke Kecamatan Montong untuk kemudian mengikuti jalur yang menuju Kecamatan Singgahan.

Ketika melewati hutan Krawak, perhatikan petunjuk arah Air Terjun Nglirip di kiri jalan. Lokasi air terjun tidak begitu jauh dari jalan raya dengan kondisi jalan sudah beraspal. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda  juga bisa mencapainya menggunakan angkutan umum yang tersedia.

Berkunjung ke tempat wisata ini usahakanlah datang saat pergantian musim hujan ke musim kemarau. Saat-saat ketika air terjun ini sedang cantik-cantiknya, sementara di musim penghujan debit airnya sangat deras dan cenderung keruh kolam airnya. Untuk kemudahan, lihat Peta Lokasi.

0 Comments

Posting Komentar