Banten Destinasi Wisata Pantai

Pantai Sawarna Banten, Fasilitas, Harga Tiket Masuk dan Rute

0 Komentar
Beranda
Banten
Destinasi Wisata
Pantai
Pantai Sawarna Banten, Fasilitas, Harga Tiket Masuk dan Rute

Banten selalu eksotik dalam banyak hal. Selain melalui sejarah dan budaya, alam juga menyumbang besar mempercantik provinsi yang dulu bagian dari Jawa Barat ini. Dalam hal ini, kawasan pesisir cukup menonjolkan pesonanya. Pantai Sawarna salah satunya, yang secara umum mewakili kawasan pantai di Desa Wisata Sawarna.

Bagi traveler pecinta pantai, liburan ke Desa Sawarna adalah ide sempurna. Berbatasan dengan Samudera Hindia, desa ini mengoleksi pantai indah yang silih berganti dengan jajaran karang terjal. Alam demikian baik mengatur lanskapnya. Keindahan memanjang sejauh pandangan, melalui hamparan putih pasirnya, melalui biru lautnya.

Dulunya Sawarna merupakan bagian dari Sukabumi, Jawa Barat. Namun, sejak Banten menjadi wilayah pemekaran di tahun 2000, desa wisata ini masuk wilayah Kecamatan Bayah, Lebak, Banten. Tertarik mengunjunginya? Sebelum berangkat, persiapkan segala sesuatunya termasuk memperkaya informasi dengan membaca tuntas artikel ini.

Sejarah Desa Wisata Sawarna Banten

Sebagai desa wisata, Sawarna memungkinkan pendalaman penjelajahan bagi traveler yang menyukai alam dan sejarah. Di balik pemandangan pantai yang indah, Sawarna Banten merupakan desa multietnis (Banten, Sunda, Jawa) yang sangat unik. Selain itu sejarah desa ini juga menarik, terlebih terkait mitos-mitos yang menyelimutinya.

Sejarah populer mengenai desa ini bermula dari Jean Louis Van Gogh, sepupu dari Vincent Van Gogh, pelukis Belanda yang terkenal berpengaruh dalam sejarah seni Barat. Makamnya baru ketemu tahun 2000-an. Sebuah makam setinggi satu meter berbentuk persegi berselimut lumut dengan tulisan di nisan yang hampir tak tersisa.

Alkisah ia membuka lahan perkebunan kelapa seluas 54 h di sekitar Pantai Ciantir dan Tanjung Layar yang sebelumnya masih hutan belantara. Pembukaan lahan pada tahun 1907-an itu banyak mempekerjakan pribumi di luar Banten, tapi masih di Pulau Jawa. Seiring berjalannya waktu, terbentuklah komunitas penduduk yang diberi nama Sawarna.

Ada yang menyebut nama Sawarna berasal dari "sorana" istilah Sunda yang berarti "suaranya". Versi lain berpendapat berasal dari tetua (kepala desa) pertama, yang bernama Swarna. Swarna atau Sawarna berarti satu warna (dari Bahasa Sunda) yang mencoba menegaskan bahwa penduduknya satu warna, yakni masyarakat Sunda Banten.

Keindahan alam membuat desa perkebunan kelapa ini bermetamorfosis menjadi desa wisata. Jean Louis punya cita-cita agar desa ini terkenal hingga ke mancanegara, warga sekitar juga meyakini karena potensi alamnya. Tidak hanya di Indonesia, kini namanya mendunia karena para peselancar dari berbagai negara menyukai ombak pantai ini.

Mitos-Mitos di Desa Wisata Sawarna

Selain terhubung dengan sosok saudagar asal Belanda, Jean Louis Van Gogh, desa ini juga menyimpan sejarah kelam di masa lalu. Sejarah tentang Jalur Kereta Api Saketi-Bayah yang semasa pembuatannya telah mengorbankan ratusan ribu nyawa romusha di masa penjajahan Jepang. Kini jalur kereta api tersebut tidak lagi berfungsi.

Di zaman Belanda, Tanjung Layar di Pantai Sawarna terkenal dengan nama "Java's Eerste Punt" yang artinya "ujung pertama Pulau Jawa". Lebih jauh, wilayah ini juga tersebut dalam Babad Sunda dan Legenda Pesisir Selatan. Hal ini berkaitan dengan dua buah karang raksasa menyerupai layar yang ikonik mewakili kawasan Pantai Sawarna.

Konon, dua karang tersebut merupakan jelmaan dua kekuatan yang kelak dijadikan kapal oleh Sangkuriang. Usahanya untuk memenuhi syarat agar bisa menikahi ibu kandungnya sendiri, yakni Dayang Sumbi. Keinginan itu tidak direstui, sehingga Sang Hyang Widi murka terhadap tindakan Sangkuriang yang bersikeras ingin menikahi ibunya sendiri.

Amukan Sang Hyang Widi menghancurkan usaha Sangkuriang. Kapalnya ditendang hingga terlontar ke utara yang konon menjadi Tangkuban Perahu. Adapun layarnya terbang ke selatan yang di kemudian hari menjadi Tanjung Layar. Selain itu, ada juga yang mengaitkan wilayah ini dengan kisah tokoh imajinatif dalam Budaya Sunda, Kabayan.

Aktivitas di Pantai Sawarna Banten

Selain membuat takjub melalui pesona alamnya yang menakjubkan, pantai-pantai di Desa Sawarna juga memungkinkan wisatawan melakukan banyak hal. Jika menyukai surfing, sobat traveler bisa berselancar di Pantai Ciantir. Pantai indah berpasir putih yang juga kaya bebatuan karang ini terletak sekitar 600m dari pos masuk di Dusun Cikaung.

Jika lebih suka bermain air atau berenang, ide terbaiknya adalah pergi ke Pantai Pasir Putih. Salah satu koleksi Pantai Sawarna ini juga berada di Kampung Cikaung, 500m dari pos masuknya. Bisa juga melebar ke Pantai Legon Pari, 2 km dari pos masuk melalui jalur di samping SD Sawarna. Sekitar 15 menit naik motor atau 45 menit jalan kaki.

Bagaimana dengan Pantai Tanjung Layar, destinasi utama di Desa Wisata Sawarna?. Meski setiap pantai di Sawarna Banten indah, Tanjung Layar cenderung menonjol dengan panorama sunsetnya yang menakjubkan. Jika menghendaki sudut lain, keindahan matahari terbenam juga bisa Anda nikmati di Pantai Ciantir dan Pantai Pasir Putih.

Sementara itu, untuk menikmati sunrise, bisa meluncur ke Pantai Legon Pari, Pantai Karang Taraje, serta Pantai Karang Bereum di Dusun Leles. Apa lagi? aktivitas lainnya adalah Tracking Goa. Tujulah Goa Lalay, bagian atraksi wisata di Dusun Cipanas. Bisa juga ke Pantai Goa Langir, Goa Seribu Candi, Goa Kanekes, serta Goa Harta Karun.

Masih kurang? Pantai Sawarna Banten juga termasuk Pulo Manuk di lepas pantai. Rumah bagi kawanan burung dan monyet, ombaknya tenang ideal untuk berenang dan berperahu. Atau, dakilah Bukit Cariang, nikmatilah keindahan dari ketinggian. Aktivitas wisata desa juga menarik. Nikmati alam pedesaan atau mengamati pembuatan kerajinan.

Fasilitas di Kawasan Pantai Sawarna

Mesti tidak bisa dikatakan sangat lengkap, namun fasilitas wisata di beberapa Pantai Sawarna cukup memadai, setidaknya untuk fasilitas dasar wisatawan. Di sana terdapat saung (gazebo) untuk berteduh, bersantai atau istirahat. Ada juga ragam penjual yang menawarkan aneka dagangannya, terutama makanan dan minuman.

Untuk tempat menginap atau akomodasi, beragam jenis penginapan tersedia di Desa Wisata Sawarna Banten. Umumnya jenis homestay. Ada juga hotel, resort dan villa. Jadi, jika ingin bermalam di desa ini selalu bergantung dengan kebutuhan Anda. Harga sewanya bervariasi bergantung dengan pelayanan dan fasilitas yang disediakan.

Harga Tiket Masuk dan Biaya Lainnya

KeteranganHarga
Tiket Masuk± Rp 5.000
Parkir Roda 2± Rp 2.000
Parkir Roda 4± Rp 5.000
± Rp 25.000 (24 jam)
Makanan± Rp 10.000 - Rp 50.000
Penginapan± Rp 80.000 - Rp 300.000
Note: harga tiket masuk Pantai Sawarna di atas tidak selalu akurat, dan bisa berubah sewaktu-waktu

Rute dan Lokasi Desa Sawarna Banten

Rute Pantai Sawarna sangat beragam bergantung juga pada arah kedatangan sobat serta jenis kendaraan yang Anda gunakan, kendaraan umum atau pribadi. Jika datang dari arah Jakarta, ada dua jalur, yakni jalur barat (234 km) dan jalur timur (183 km). Sedangkan jika dari arah Bandung bisa melalui Cianjur. Berikut ini rincian rutenya:

Rute Jakarta
Jalur Barat
  1. Jakarta – Serang – Pandeglang – Saketi – Malingping – Bayah – Sawarna
  2. Jakarta – Rangkasbitung – Gunung Kencana – Malingping – Bayah – Sawarna
  3. Jakarta – Cilegon – Anyer – Labuan – Malingping – Bayah – Sawarna
Jalur Timur
  1. Jakarta – Ciawi, Bogor – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna
  2. Jakarta – Ciawi, Bogor – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna
  3. Jakarta – Bogor – Cijeruk – Cikidang/Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna
Rute Bandung
  1. Bandung – Cianjur – Sukabumi – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna

Sementara itu, untuk transportasi umum. Durasi perjalanan lebih panjang, yakni 9-10 jam, kendaraan pribadi hanya 6-7 jam. Jika memilih transportasi umum, dari Jakarta bisa naik KRL menuju Stasiun Bogor. Lanjut ke Terminal Baranangsiang menggunakan angkutan umum. Naik bis ke Pelabuhan Ratu dan naik ELF ke Sawarna. Peta Lokasi.